Anak Sudah Siap Masuk Sekolah Pertama? Kenali Tanda-Tandanya!

Punya pengalaman anak pertama rewel ketika masuk sekolah pertama kali, membuat saya punya banyak pelajaran berharga. Utamanya, belajar bagaimana mempersiapkan anak kedua, minimal bisa merasa lebih nyaman ketika masuk sekolah pertama kali. Alhamdulillah, meski Ical, anak pertama saya masuk sekolah pertama dengan segala drama yang ada, ketika adiknya, Sasha memasuki gerbang sekolah pertama kali, lebih antusias, less drama.


Belajar Dari Anak Pertama

Nyatanya memang, dari anak pertama kita selalu belajar hal yang benar-benar baru. Ketika pengalaman yang sama kita alami dengan anak kedua, artinya kita bisa mempelajari apa kesalahan sebelumnya, lalu kita perbaiki.

Apa yang saya perbaiki dan bagaimana caranya sampai kemudian anak kedua saya jauh lebih tenang ketika masuk sekolah pertama dibanding anak pertama?

Seperti misalnya, adanya proses survey mendalam tentang kondisi sekolah, yang mana tidak saya lakukan pada anak pertama. Lalu mengajak anak berkeliling dan melihat-lihat isi sekolah yang dituju, supaya anak lebih mengenal dan merasa lebih nyaman ketika pertama kali masuk sekolah, ini juga saya terapkan sebelum Sasha masuk sekolah.

Faktor yang juga tidak kalah penting, saya lebih mempersiapkan diri dan sadar betul, yes ini anak kedua mau masuk sekolah nih. Bismillah, saya bisa lebih tenang dan siap, dibanding saat memasukkan anak pertama sekolah.



Tanda-Tanda Anak Siap Masuk Sekolah Pertama


Lolos Toilet Training

Bagi saya, ini salah satu faktor penting ketika mau memasukkan anak sekolah pertama kali. Ketika anak lolos toilet training, artinya anak bisa lebih fokus dengan lingkungan baru dan orang-orang yang ada di dalamnya. Terbayang kalau misal, anak masih belum lolos toilet training, selain bisa mengganggu proses pembelajaran yang ada, si anak pun bakal merasa tidak nyaman karena belum bisa mengekspresikan atau setidaknya mengurus dirinya sendiri saat ke toilet. 

Suka Bermain Dengan Pensil & Alat Tulis Lainnya


Membawa tas berisi buku kemana-mana, baik itu di dalam rumah, maupu ke luar rumah, padahal Sasha belum sekolah. Bisa jadi, karena sering saya ajak antar jemput kakaknya sekolah, membuat Sasha jadi terstimulasi dengan sendirinya untuk bersekolah. Begitu pula, saat saya menulis di laptop, atau kakaknya sibuk belajar, Sasha suka ikut nimbrung di sebelah kami, entah itu sekedar mencorat-coret buku dengan pensil ataupun crayon.

Bisa Bertanya & Mampu Menjawab Pertanyaan

Ketika anak sudah punya kemampuan tanya jawab, artinya ia pun siap bersosialisasi dengan dunia luar di luar rumahnya. Artinya pula, Insya Allah ia siap masuk sekolah. Paling tidak, ketika ada pertanyaan dari Bu Guru tentang siapa namanya, atau apa kesukaannya dirumah, anak sudah bisa menceritakan dengan kosakata pilihannya. Dengan anak mampu bercerita, ini juga membuat anak merasa lebih nyaman atau tidak canggung ketika berada di ruang kelas. Kemampuan tanya jawab ini, juga membuat anak lebih aktif berada di kelas, bisa lebih dekat ke teman-temannya dan mampu mengcreate permainan di kelas menjadi lebih seru.

Setidaknya 3 hal diatas, adalah pengalaman saya pribadi, sehingga Sasha, sebagai anak kedua bisa lebih cepat adaptasinya di dalam kelas, dibanding kakaknya yang lebih banyak drama ketika masuk sekolah pertama kali.





You Might Also Like

2 comments

  1. sama Bun, kalo ponakan aku udah bisa sedikit2 menulis dan menggambar jadi siap banget masuk sekolah :D

    ReplyDelete