Anak Rewel Ketika Masuk Sekolah Pertama Kali? Ini Tipsnya!

Mak, gimana anak-anak ada yang rencana masuk sekolah dalam beberapa tahun ke depan, atau mungkin malah tahun ini? Nah, saya punya cerita nih, tentang pengalaman sekitar anak pertama usia belum sampai 4 tahun, dan waktu itu Ibu saya alias Eyangnya anak-anak, sudah mulai sounding tentang kapan saya mau menyekolahkan anak saya.


Padahal waktu itu, saya sendiri termasuk masih mencari informasi terutama apakah anak harus sekolah di usia balita, apakah nantinya saya mau menyekolahkan anak di sekolah formal ataukah homeschooling, sampai pernah juga pada pemikiran bahwa masuk sekolah itu nanti saja langsung SD.

Ibu saya cerita, seluruh anak di komplek kami, sudah masuk sekolah semua. Ya, di sekolah yang sama. Akhirnya setelah ngobrol dengan suami, saya pun mengajak Ical, anak pertama saya, untuk daftar ke sekolah tersebut. Tanpa survey, tanpa trial, saya pun langsung mendaftarkan Ical ke sekolah tersebut. Secara kebetulan biaya pendaftarannya masih cukup terjangkau, yaitu Rp 600.000,00 dan uang SPPnya sebesar Rp 50.00,00 (eh atau 100ribu ya? saya agak lupa dengan SPP jaman masukin Sasha, adeknya Ical :D).

Intinya sih, masih sangat terjangkau oleh kocek saya dan suami. Apalagi jarak ke sekolah tersebut juga termasuk dekat. Naik motor bahkan jalan kaki pun bisa.

Drama Hari Pertama Sekolah

Awalnya saya tidak menyangka, kalau reaksi Ical waktu hari pertama sekolah itu bakal sedemikian dramanya. Bukan hanya di hari pertama, tapi juga di minggu-minggu berikutnya. Kurang lebih hampir sekitar 3 bulan, sampai akhirnya Ical benar-benar bisa mandiri dan nyaman bersekolah.

Duh, saya sempat emosi Mak, emosi dalam artian marah ke diri sendiri, dan bertanya lagi, jangan-jangan saya salah nih masukin anak sekolah terlalu dini. Karena Ical menangisnya bisa lumayan kejerrr, padahal ini anak biasanya tenang dan cool! Gimana emaknya ini gak ikut mewek, tiap Ical mewek minta keluar kelas.

Bahkan, saya pernah keluar kelas, sembunyi di belakang tangga, pas Ical sadar kalau Bundanya tidak berada di kelas, langsung lah Ical buka pintu kelas, keluar dan teriak mencari Bundanya. Dannn karena saya juga gak tega, ya langsung saya samperin :P

Ditambah sistem sekolah waktu itu, para penunggu anak saat sekolah, baik orang tua maupun baby sitter, memang boleh sampai kapanpun di dalam kelas. Sehingga wajar, ketika Ical merasa anak lainnya ada yang menunggu, kok Bundanya gak ada.Yang saya perhatikan, disinilah salah satu masalahnya. Karena setelah saya memasukkan Sasha beberapa tahun kemudian, sistem sekolah ini berubah, dimana orang tua boleh menemani anak masuk sekolah pertama itu hanya sampai dengan hari ketiga.

Terbukti dengan sistem sekolah tentang kebijakan mendampingi anak di hari-hari pertama sekolah ini, membuat anak bisa lebih mandiri dengan cara lebih cepat ditinggal orang tuanya daripada ketika ditunggu terus menerus.

A Big Help

Masa mendampingi aneka drama hari pertama Ical sekolah, saya sempat mau menyerah. Saya sudah siap-siap nih memindahkan Ical ke sekolah lain, karena menilai playgroup yang saya pilih tersebut kurang sesuai ekspetasi. 

Sejak hamil Ical, saya memang LDR-an dengan suami, sempat kumpul sebentar di Kalimantan, tapi kemudian saya terpaksa pulang ke Jogja karena sakit dan sampai dirawat di rumah sakit di pulau Borneo tersebut. Disinilah, lalu Ibu meminta saya tinggal di Jogja saja, karena khawatir saya jatuh sakit lagi.

Momentum Ical pertama kali masuk sekolah ini, kalau saya telusuri kembali memang ketika saya dalam kondisi psikis yang buruk. Merasa gagal tidak bisa mendampingi suami yang bertugas, ditambah merasa gagal karena tidak bisa mendampingi anak di hari-hari pertama sekolah. Yang ada marah dan mewek. Hiks, sedih saya kalau mengingatnya Mak.

Ical Bermain Menangkap Ikan Bersama Teman-Teman Playgroupnya
Alhamdulillah, di tengah masa sulit, memang selalu ada kemudahan. Ibu saya menawarkan diri untuk mengantarkan Ical sekolah, kadang juga Mbak Nik, ini adalah ART di rumah Ibu yang sudah ikut puluhan tahun. Ical memanggil Mbak Nik dengan sebutan Mbah. Jadilah selama beberapa minggu, sambil saya juga menenangkan diri, Ical lebih banyak diantar sekolah oleh Eyang atau Mbahnya.

Setelah bisa berpikir jernih, barulah saya ngeh. Ical rewel ketika pertama masuk sekolah, itu bukan karena siapapun yang salah, tapi karena sayalah yang masih asyik dengan insecuritas saya sendiri. Begitu saya mulai tenang, Ical juga ikut lebih tenang menjalani hari-hari di sekolahnya.

Agar Si Kecil Tidak Rewel Masuk Sekolah Pertama, Apa Yang Sebaiknya Kita Lakukan?

Dengan 2x pengalaman berbeda saat mendampingi Ical & Sasha masuk sekolah pertama, maka inilah beberapa tips yang saya bagikan ke para orang tua, dan semoga saja bisa membantu mengurangi rewelnya anak ketika masuk sekolah pertama:

1. Lakukan Survey Sekolah

Nah ini yang tidak saya lakukan, saya hanya menurut apa kata Ibu dan mendengar cerita dari tetangga saja tentang sekolah tersebut, tanpa saya melakukan survey terlebih dulu tentang kondisi sekolah. Langsung datang, dan langsung daftar. 

Padahal, dengan kita survey, kita juga bisa menanyakan bagaimana kurikulumnya, dan tanyakan benar-benar bagaimana cara sekolah mendampingi anak-anak yang pertama kali masuk sekolah playgroup/ TK, supaya kita juga merasa jauh lebih tenang saat memasukkan anak sekolah.

Bahkan kalau memungkinkan, lakukan survey ke beberapa sekolah sekaligus, jangan hanya 1. Ini juga kesalahan saya waktu memasukkan Ical sekolah pertama. Tanpa survey dan tanpa referensi sekolah lainnya. Apalagi sekarang sudah jaman internet, informasi tersebar luar. Just do the research & survey!

2. Ajak Anak Ikut Survey Sekolah

Saat melakukan survey ke sekolah-sekolah target, sebaiknya kita ajak anak kita, supaya juga bisa melihat antusias anak ketika masuk ke lingkungan sekolah yang disurvey. Ini saya lakukan ke Sasha, adiknya Ical. Dari usia 2-3 tahun pun, sudah saya kenalkan dengan sekolah-sekolah terdekat dengan rumah. Lalu cenderunglah untuk memilih playgroup yang sama ketika Ical sekolah pertama dulu.

Sekalipun saya pernah memasukkan Ical ke sekolah tersebut, bukan berarti terus saya tidak bertanya apapun. Justru karena pengalaman Ical yang rewel ke sekolah di bulan-bulan pertama sekolah, maka kali ini pun saya bertanya cukup banyak ke pihak sekolah, termasuk bagaimana langkah-langkah sekolah dalam pendampingan anak-anak yang baru pertama sekolah. Ternyata, setelah sekian tahun, sekolah ini banyak berbenah. Jadilah saya mantap memasukkan Sasha ke playgroup yang sama dengan Ical.

Saat survey bersama Sasha ini, saya sering lakukan ketika pagi hari sepedahan, saya ajak Sasha melihat sekolah tersebut, sudah berkenalan dengan guru-gurunya meski masih 1 tahunan lagi masuk sekolah, melihat ke dalam kelas, dan ternyata hal-hal inilah yang membuat anak jadi antusias, tidak sabar untuk segera masuk sekolah.

Benarlah, ketika pertama masuk sekolah, Sasha sudah nyaman, bahkan saya hanya menunggu di dalam kelas di hari pertama saja, lalu hari ke-2 sudah bisa saya tinggal dengan tenang.

3. Pilih Waktu Masuk Saat Tahun Ajaran Baru

Salah satu penyebab Ical rewel ketika masuk sekolah pertama, setelah saya pikir-pikir, juga karena masuknya di pertengahan tahun pelajaran. Jadi hanya Ical dan 1 temannya lagi yang masuk sebagai murid baru. Otomatis, anak-anak yang lain jauh lebih mandiri, dibandingkan Ical. Misal, kepepetnya kita harus memasukkan anak sekolah pertama di pertengahan tahun ajaran, pastikan langkah survey dan ajak anak ikut survey ke sekolah tersebut juga ya Mak, untuk menghindari atau setidaknya mengurangi kerewelan anak.


4. Tanyakan Tentang Teman, Guru, & Kondisi Sekolah

Penting juga nih Mak, kita ajak si kecil ngobrol tentang kondisi sekolah. Seperti misalnya saat pulang sekolah, di perjalanan menuju rumah, kita buka obrolan tentang gimana di sekolah tadi, kenalan dengan siapa saja, siapa nama bapak atau ibu gurunya, hingga apa yang menarik perhatiannya ketika di sekolah. 

Dengan kita merasa antusias seperti ini, anak juga akan melihat, kalau Ibunya saja begitu antusias dengan sekolahnya, otomatis ini bakal nular Mak. Anak juga kesetrum ikut antusias.


5. Emak Siap, Anak Siap. Emak Tenang, Anak Tenang.

Kunci yang paling penting juga ini nih Mak, kita sebaiknya siap dan tenang. Kalau kita merasa demikian, maka bakal nyetrum tuh ke anak. Kalau kita kemrungsung, dijamin pasti anak juga mentalnya jadi down ketika awal-awal masuk sekolah. Nah, supaya kita lebih tenang, lebih nyaman saat memasukkan anak ke sekolah pertama kali, memang perlu persiapan-persiapan, baik itu secara budget maupun psikis kita.

Jangan ragu untuk sharing Mak, entah itu ke suami, ke orang tua/ mertua, sahabat atau siapapun yang kita percaya, supaya kita juga mendapatkan kekuatan. Atau bisa bergabung di forum-forum para emak, yang juga pernah punya pengalaman mendampingi anak-anaknya pertama kali masuk sekolah.







You Might Also Like

30 comments

  1. Tipsnya ok banget. Kayaknya bukan cocok untuk anak pertama kali masuk sekolah. Tapi buat yg di pesantren juga bs nih. Ma kasih, Mak.

    ReplyDelete
  2. Nomor 3 kerasa banget di Ais. Dia males sekolah krn gak py temen. Yg lain kyk udah punya geng sendiri.

    ReplyDelete
  3. Pengalaman waktu masukin kakak Rio sekolah dulu alhamAlhamdul gak rewel mba. Tapi aku malah merasa diacuhkan. Pas masuk ketemu temen baru langsung bablas ambesia sama emaknya...

    Gak nengok, gak nyapa, gak rewel .. udah lupa pokoknya. Pas jam pulang sekolah dan teman-temannya udah pada pulang baru dia nyariin emaknya.
    Ya Allah.... .antara seneng dan sedih juga udah dicuekin diusia 5 tahun. Hehehe

    Tapi memang meskipun anak nya gak rewel atau rewel kita harus survei tempat sekolah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak disekolah.
    Makasih sharingnya mbakku ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh keknya bener gini ni phie, pas usia 5 tahun masuk sekolah pertamanya, jadi secara psikis pun anak lebih siap. Boleh ntar kuterapin pas anak berikutnya #eh 😆

      Delete
  4. Sepertinya hal yang lumrah ya mba, saya juga dulu mungkin begitu.
    Anak rewel biasanya karena memasuki dunia baru yang masih terasa asing, terlebih lagi teman baru.
    Tentu perlu penyesuaian.
    Dan tinggal kita orang tua, memberi penjelasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mb, kita aja orang dewasa masuk lingkungan baru juga butuh perjuangan buat adaptasi

      Delete
  5. Tipsnya bermanfaat banget mbak untuk buibu yang anaknya mau masuk sekolah. Memang ya mbak, yang namanya mencari sekolah untuk anak memang bukan hal yang mudah. Nggak cukup terbaik saja, tapi si anaknya juga harus nyaman sekolah di sekolah tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyaman juga bisa anak-anak makin asik belajar di sekolahnya

      Delete
  6. Anak-anak saya udah SMA dan SMP, jadi udah gak ada drama hari pertama sekolah lagi. Tetapi, dulu anak pertama saya juga pernah drama saat di playgroup.

    Dia termasuk yang lama beradaptasi. Gak mau ditinggal sama saya. Untungnya sekolah membebaskan orang tua untuk menemani sampai kapan pun anaknya siap. Katanya jangan dipaksa, nanti anak trauma. Karena setiap anak beda-beda kesiapannya.

    Kalau untuk anak saya, memang cocoknya seperti itu. Pelan-pelan dia bisa saya tinggal. Meskipun saya sampai sekitar 3 bulan di kelas nemenin dia hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh kerennn, saya bayangin Mbak begitu sabarnyaaa

      Tapi bener juga sih ya, kapanpun anak siap ditinggal di kelas itu yang bikin anak bisa merasa nyaman

      Delete
  7. Benar bgt ini mbak..
    Dulu yg kulakukan adalah survey sekolah, minta anak yg pilih sekolahnya sndr
    Biar dy nggak drama pas masuk sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalo anak milih sendiri, juga jadi belajar tanggung jawab atas pilihannya

      Delete
  8. Bener banget tuh Mbak, saya jg waktu mau masukin si Kakak sekolah ajak dia survey bersama, dan nanya-nanya ke gurunya gimana tentang hari pertama anak di sekolah, guru-guru saranin agar anak gak perlu didampingi lama, biar si Anak menyesuaikan dengan lingkungannya, klo ditungguin malah jadi manja dan gak mau ditinggal. Bismillah aja deh, kebetulan waktu itu sekolah yg saya pilih, gurunya adalah teman sendiri, jadi sekalian deh dititipin :)
    Ehiyaa, pesan gurunya juga bilang emaknya gak boleh terlalu worry karena klo emaknya gelisah anak juga bakalan ikut gelisah, heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu pas anak pertama, sayanya yang gundah gundala, jadilah dramaakk

      Delete
  9. Waduh, ini sih keresahan semua ibu pas anak sekolah ya. Aku tiap anak mau masuk awal sekolah, pasti aja khawatir dengan hal ini. Sama seperti mbak, aku pun berusaha untuk sabar, tenang, dan banyak bercerita tentang sekolahnya saat di rumah. Kalo pun rewel sesekali di sekolah, ya sudah gapapa. Gak perlu panik atau marah.

    ReplyDelete
  10. jadi inget saat shasa pertama kali ke sekolah. masuknya telat. pas udah tahun ajaran baru, dia baru masuk TK. alhasil terlambat dan rewel, ngerasa beda sama teman2ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iyaaa, karena anak berasa asing juga ya mbk sama lingkungan barunya

      Delete
  11. Setuju..terutama nomor . Anak siap, ortu siap. Siap mental anak khsusunya. Karena seringkali belum siap sekolah dan dimsaukkin aja. Biasa terkait usia. Dari jauh hari sudah dikenalkan bisa juga jadi pas saatnya sekolah mereka sudah tahu sekolah itu seperti apa

    ReplyDelete
  12. Wah tipsnya pas nih! Aku sebentar lagi mau nyekolahin anakku insya Allah hehehe. Semoga ga banyak drama drama deh ya wkwk

    ReplyDelete
  13. Penting banget ini tuh mak, apalagi aku juga mau deh punya anak banyak dan karakter anak beda2 pokoknya kalau soal urusan beginian tanya ama yang udah pengalaman deh yaaa makasih mak sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya anak-anak ya mbakk, tiap diantaranya pasti unik, ortu memang harus punya seribu jurusss buat ngadepinnyaa, hehe

      Delete
  14. Emak tenang, anak tenang.
    Emaknya udah tenang, anaknya guling-guling, emaknya bisa ikutan tenang juga ngga ya?
    Aku suka kebayang sendiri jadi lucu. Hhihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia, kadang emak tenang, anak guling-guling, emak ikut guling-guling, wkwkwkk

      Delete
  15. Mbaaak, makasih banyak tipsnya :') meskipun anakku Masih 2 tahun tapi Aku Sejujurnya sudah memikirkan soal dram ini ahha berhubung anakku deket banget sama aku jadi kudu punya strategi ke depannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yess mb, semangat! semoga lancarrr ya nanti si kecil masuk sekolah pertamanyaaa, jadi momentum yang seruuuuu pastinya

      Delete