Covidiot, Istilah Baru Di Masa Pandemik Covid 19, Yay or Nay?



COVIDIOT, ISTILAH APA INI?


Pastinya, istilah  baru ini muncul secara viral di era pandemik corona covid 19 seperti sekarang ini. Bahkan sudah muncul definisinya di urban dictionary, dimana Covidiot punya arti yang merujuk pada seseorang yang mengabaikan keamanan dan kesehatan publik, orang-orang yang melakukan penimbunan barang atau bahan makanan, hingga mereka yang gak peduli dengan orang-orang di sekitarnya.

Dari pengertian Cividiot diatas, coba yuk tanyakan ke diri kita sendiri, jangan-jangan kita termasuk Covidiot nih?

CIRI-CIRI COVIDIOT


Istilah ini makin dikenal, setelah beberapa public figure, melakukan aktivitas yang disebut netizen sebagai Covidiot. Seperti kakak beradik Kylie & Kendall Jenner, yang masih asyik bepergian kesana kemari, atau beberapa pemain sepak bola tim Arsenal yang juga kena semprotan warganet karena dinilai gak taat dengan peraturan pemerintah setempat dalam rangka menghadapi Covid 19.

Parahnya lagi, seperti Kylie Jenner, mengupload ketika bepergiannya dari satu tempat ke tempat lain ini di sosial medianya. Hal inilah yang memicu kemarahan publik.

Sekarang kamu cek nih, ada beberapa ciri-ciri Covidiot, yang siapa tahu ternyata kamu termasuk didalamnya 😌

1. Penimbun Barang

Kalau kamu, termasuk yang pernah atau justru sekarang sedang melakukan aksi borong kebutuhan pokok, dan juga kebutuhan urgent para tenaga medis seperti masker dan hand sanitizer yang sebenarnya dibutuhkan banyak orang, artinya kamu seorang Covidiot.

2. Nekad Mudik

Di tengah larangan pemerintah untuk mudik, kamu tetap ngotot untuk mudik. Alasan kangen orang tua di kampung, atau pengen merasakan lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, artinyaa yeee ini juga termasuk ciri covidiot sejati.

3. Nongkrong

#dirumahaja, ini sebenarnya hal yang bisa kita lakukan, untuk meredam virus corona covid 19 ini. Kecuali, memang kita masih punya pekerjaan yang menuntut kita harus keluar rumah, seperti misalnya para tenaga medis dan seluruh elemen yang berkaitan.

Apalagi kalau pergi, untuk hal yang gak penting, seperti nongkrong, ngopi-ngopi cantik bareng teman-temanmu? Ya elahhh, emang gak ada waktu lain apa? Tunggu semua reda dulu, apa gak bisa? Kelakuan semacam begini nih, egois banget.

4. Jorok

Tetap aja jorok, jarang mandi, gak mau bebersih rumah, setelah sampai rumah dari bepergian gak mau ngikutin prosedur bebersih sesuai standar penangan covid 19, hal-hal inilah yang membuat virus makin lama hilangnya.

5. Ketika Urgent Harus Pergi, Gak Pakai Masker

Sekarang udah banyak alternatif masker yang bisa dibuat sendiri dengan beragam cara, baik itu yang dijahit ataupun enggak. Kalau ada budget lebih, juga bisa beli masker kain yang sekarang banyak dijual. Intinya, akses masker sekarang bisa kita dapatkan. Bahkan kita bisa donasi masker ke orang-orang yang membutuhkan. Jadi, gak ada alasan sebenarnya sekarang kalau gak pakai masker ketika kita di tempat umum. Bahkan WHO sekarang juga sudah mendukung semua orang untuk memakai masker ketika harus bepergian ke luar rumah.

TELAAH TERMINOLOGI COVIDIOT, LAYAKKAH SECARA MORALITAS?


Sumpah, jujur ya, saya sebenernya agak gak nyaman dengan sebutan Covidiot ini. Di satu sisi, ya setuju aja sih, terutama ketika gemes dengan tingkah sebagian orang yang masih saja acuh dengan pandemik yang sedang terjadi. Tapi di sisi lain, sisi lain diri saya, semacam menolak istilah ini.

Hal ini sama seperti penyebutan autis ke orang yang jarang bergaul atau cuek dengan sekitarnya, ya ini becandaan, tapi ternyata ini bikin gak nyaman para orang tua ataupun pakar anak yang sehari-harinya menangani anak-anak dengan diagnosa autis.

Dilansir dari health detik, istilah idiot sebenarnya sudah tidak dipakai di dunia medis untuk menyebut anak-anak yang memiliki kelambanan menangkap respons baik secara motorik, kognitif, sosial dan bahasa. Dengan pertimbangan ini, apakah secara terminologinya, istilah Covidiot ini layak secara moralitas?

Kalau kamu gimana, setuju gak dengan pemakaian istilah covidiot ini?

Diluar setuju atau gak setuju dengan istilah ini, saya yakin kita semua setuju dan berdoa, semoga pandemik corona covid 19 ini segera berlalu. Amin.






11 comments

  1. kalo menurut saya sih mba, mungkin karena kata2nya yang nyambung dari covid tinggal nambahin iot aja, simple dan ngena 😁 kalo harus diganti covidspecialneeded hmm...agak susah ya.. 😂 tapi emang bagusnya covidiot itu khusus untuk mereka2 yang bandel sama peraturan aja, istilah itu cukup dianugerahkan ke mereka aja mba kayaknya lebih pantes. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa dengernya masih yangg kayak gimanaa gitu ya mb kata covidiot ini. semacam pantes sih, khususnya buat yang masih ngeyel gak patuh selama pengendalian covid 19 ini

      Delete
  2. Saya sering dengar istilah ini juga mba, meski nggak pernah menggunakan atau mengucapkannya (hanya sebatas pernah baca / dengar) hehehe ~ tapi saya pribadi agak sungkan menyebut seseorang dengan istilah tersebut, sama seperti mba, saya cukup hati-hati ketika menyebut istilah idiot, autis, dan sejenisnya :D

    Meski istilah tersebut pun nggak sepenuhnya salah selama digunakan pada momen yang tepat (walau saya nggak tau, tepatnya itu di mana, kapan, siapa, dan bagaimana) :""))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya istilah ini gak salah, tapi kayak ada berasa gak patuttt gitu yaaa, tapi gemess juga sama yang bandel di masa pandemi iniiiii

      Delete
  3. Sering liat niih di medsos. Tapi nggak pernah make karena kayak terlalu barbar gitu mbak. Kalau aku biasanya lebih enak make "si tolol" (lho, lebih kasar ya). :p

    Mbaaak ya ampun blognya bagus banget ini. Baru pertama kali main ke sini deh kayaknya. Entah nyasar dari mana. Salam kenal ya! \(w)/

    ReplyDelete
  4. Bener gak, aku juga sekedar baca istilah ini.kalau buat mencap org pakai istiah itu, ya agak gimana gt.ada kesan gak sopan dan kasar yak

    walau tetap sebel banget sama mereka yang gak disiplin, bisa2nya kan gak disiplin. semoga badai cepat berlalu dan hidup kita kembali normal lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn, iya mbk, semoga pandemi ini segera berlalu, kangenn dengan masa-masa bebas keluar rumah tanpa perlu cemas

      Delete
  5. ya namanya masyarakat 62 mba, saya lebih kesel lgi sma pemerintah soal pandemik seperti ini
    untuk msalah sumbangan tdak tepat sasaran dan sperti tdak ada strategi untuk mredam di masa pademik seperti ini, jadi wajarlah klo masyarakat bandel karn pemerintahpun tdak mau mmperhatikan msyarakatnya sperti apa dan rasa percaya kpda pemerintah pun mungkin sdah tdak ad
    hehehehe

    ReplyDelete
  6. Saya salah satu yang sering keluar rumah saat ada covid 19. Soalnya kalo ngga keluar ngga dapat duit untuk beli beras. Bantuan pemerintah juga ngga dapat. 😊

    ReplyDelete
  7. Kok saya berasa baca kalong atau kelelawar ya Mba? hahahaha
    Saya malah nggak tahu berita si Jenner bersaudara itu keluyuran, bosan hidup kayaknya tuh, kebanyakan duit, jadinya menyambut koronah ajah :D

    Betewe, syukurlah kami tidak termasuk covidiot, Alhamdulillah ya, di rumah aja terus, nyaman-nyaman aja, nggak terlalu ngebet kangen jalan-jalan, meskipun pengen tapi nggak terlalu banget :D

    Saya nggak tahu lagi deh, sekarang saya liat mulai banyak yang santai, antara pengen ngerti mungkin mereka bosan dikurung di rumah tanpa kejelasan, tapi kok juga miris gimana kalau akhirnya korban semakin banyak? kasian paramedis? apalagi kakak saya juga nakes, dan tiap hari pakai baju tebel-tebel itu huhuhu

    ReplyDelete

EmakEksis.com | A Lifestyle Blogger
Theme by MOSHICOO