Review Film Horor MAKMUM, A Good Start But...

Akhirnya, berani juga dong saya Mak, nonton film horor berjudul Makmum ini. Entah sudah berapa lama saya lihat film Makmum ini sliwar-sliwer di beragam sosial media. Secara saya suka film horor, jadi yang muncul di timeline saya, seringnya ya film-film mencekam begini. Tapi ya ya ya, nyali untuk nonton film Makmum kok ya gimanaaa gitu.

Film Makmum, Berangkat dari Film Pendek Yang Sukses


Sempat bingung juga awalnya, kenapa di youtube juga banyak judul yang serupa ya? Setelah saya telusuri, ternyata Film Makmum ini berasal dari film pendek, besutan cineas muda bernama Riza Pahlevi, alumni Sekolah Tinggi Multimedia MMTC jogjakarta.



Melalui versi film pendeknya, Makmum memenangkan berbagai penghargaan dari ajang festival film bergengsi, seperti Best Horror di HelloFest 2016, Direction Special Mention di The Crappy International Movies in Sueca (CIM-Sueca) di Spanyol 2016, dan Best Ideas Film and Audience's Favorit di Salatiga Film Festival 2017 (akurat.co).

Dari beberapa wawacara, Riza menuturkan sempat ragu ketika karyanya ini akan diangkat ke layar lebar, hingga akhirnya di tahun 2019, Makmum versi layar lebar hadir ke para pecinta film horor.


Film Makmum Versi Layar Lebar, Mendapat Penghargaan MURI


Menyusul kesuksesan film pendeknya. film horor Makmum ini menyabet penghargaan MURI, karena berhasil menembus box office Malaysia, dengan range pendapatan Rp 19.5 M.

Sewaktu belum nonton film Makmum ini, saya sempat sekilas melihat aneka berita bahwa film tersebut berhasil masuk ke ajang penghargaan, inilah yang bikin saya sudah pengen banget nonton sejak lama, tapi nunggu momen saja. Momen apa? Momen penuh keberanian, wkwkwkk.

Sampai kemudian, pindah ke Jakarta ini, dan mulai pasang indihome di rumah. Sewaktu suami cari-cari film yang mau ditonton, dari dapur saya ngintip-ngintip tuh. Eh ternyata ada film Makmum, langsunglah saya pikir segera nonton aja deh daripada penasaran. Mumpung pas suami di rumah juga kan, gak pas kerja di site luar pulau. Hitung-hitung ada yang nemenin nonton gitu 😆

Sinopsis & Review Film Layar Lebar Makmum

Gak jauh beda dengan film pendeknya, Makmum mengangkat cerita tentang adanya sosok ghaib yang suka menganggu ketika kita sedang sholat, yaitu dengan menjadi makmum. Hanya saja, ketika film pendek diterjemahkan ke layar lebar, tentu butuh banyak penyesuaian.

Berkisah tentang 3 anak yang harus stay di asrama selama musim liburan, karena beberapa alasan. Ada yang karena nilainya jelek, ada yang memang memilih untuk menghabiskan liburan dengan menetap di asrama saja.

Di asrama tersebut, memang sering ada gangguan, yaitu hantu Makmum, yang suka jadi makmum ketika para penghuni asrama sholat sendirian. Nah, ketika liburan, dengan kondisi asrama makin sepi penghuni, intensitas kemunculan sosok hantu tersebut makin menjadi-jadi.

Sampai kemudian datanglah Rini, si pemeran utama yang diperankan Titi Kamal. Rini adalah seorang karyawan yang bekerja di bagian forensik, jadilah perihal ghaib sering ia temui. Tapi kali ini, ketika Rini pindah ke asrama yang dulu pernah ditinggalinya, banyak peristiwa ganjil yang ia temui dan lebih ekstrim daripada yang ia pernah jumpai di tempat kerjanya.

Masa lalu, adalah kunci di film layar lebar Makmum ini. Ketika terkuak, membawa luka mendalam dan sekaligus pintu keluar untuk keluar dari masalah teror hantu Makmum tersebut.

Lalu, gimana kira-kira, apakah film ini layak tonton untuk para pecinta horor? Ok berikut review setelah saya nonton film Makmum beberapa hari lalu, dengan tanpa membaca review dari manapun juga sebelumnya. Pure ini adalah pendapat pribadi saya sebagai orang yang katanya penyuka film horor, tapi cemen kalo nontonnya sendirian 😅



Titi Kamal Berperan Apik!


Film Makmum versi layar lebar ini, adalah debut pertama Titi Kamal bermain horor. She nailed it! Saya bilang, Titi berhasil sih di film ini. Bayang-bayangnya sebagai salah satu karakter di AADC, ataupun cewek-cewek manis manja di beberapa karya yang ia bintangi, gak terasa di film ini.

Titi berhasil memainkan perannya dengan sangat baik di film Makmum ini, bisa mengimbangi aktris senior Jajang C Noer yang juga bermain di film tersebut.


Pemeran Pak Ustadznya, Gak Ada Yang Lain?


Sewaktu adegan Rini mencari ustadz, dalam pikiran saya, Pak Ustadznya ini orangnya lebih tua secara usia, ternyata yang muncul ustadz muda yang diperankan Ali Syakieb. Kalau dulu pernah nonton sinetron Pesantren Rock & Roll, pasti kenal dengan sosok ganteng yang satu ini.

Ketika di sinetron tersebut, bisa dibilang Ali berhasil membawakan perannya dengan baik, apakah ia berhasil juga ketika memerankan sosok ustadz di film Makmum?

Huhuhuhuuuuu, sedih saya, sayangnya enggak. Malah kayak gak match gitu. Bisa jadi karena mungkin yaaaa memang sengaja dipilih Ali Syakieb supaya penonton bisa fresh gituuuu, apalagi penonton para perempuan dan emak-emak.

Tapi ya, karakter Ali kurang keluar kharismatiknya sebagai ustadz, kalo charmingnya ya tentu sudah lah. Apalagi pas bagian menuju ending, ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, sayangnya gak fasih aja gitu. Saya jadi kepikiran, kenapa pas bagian itu gak didubbing aja. Paling gak, kayak ustadz-ustadz di film Suzanna, yang fasih-fasih melafadzkan ayat-ayat Al-Qurannya.


Kenapa Harus Ada Darah Berdarah Sih?


Nah ini dia yang jujur bikin saya langsung ilfill sama versi layar lebarnya. Ada adegan tusuk menusuk segala. Hadeh, padahal alur cerita dari awal dibangun dan dieksekusi dengan baik, tapi kok yaaa pake acara adegan serba darah berdarah gini ya.

Ih benci kali saya Mak, kalo horor disisipi thriller begini, jadi gak sedap lagi rasa horornya!


Awal yang Baik, Tumpul di Eksekusi Menuju Endingnya


Ketegangan sudah mulai disuguhkan dari awal film, rasa penasaran yang dibangun apik, tanpa jumpscare yang berlebihan, begitu pula musik yang bisa dibilang, yaa cukuplah, not bad tapi juga bukan terbaik banget. Sayang, ketika alur cerita sudah begitu bagusnya, menuju ending alurnya semacam terburu-buru, jadi kurang matang gitu di endingnya.

Tapi buat saya pribadi, apresiasi besar banget sih buat cineas muda, Riza Pahlevi, yang berhasil tembus ke kancah perfilman nasional. Melalui karya di film pendek, lalu dilirik untuk diangkat jadi film layar lebar. Semoga hal ini, bisa makin memicu para pembuat film pendek lainnya, bisa lebih berkreasi lebih baik dan bermutu ke depannya.

Harapannya juga, ketika diangkat ke layar lebar, ekspetasi penonton juga terpenuhi, baik dari sisi alur cerita, penokohan dan detail eksekusi karakter dari awal hingga akhir.

Nah Mak, ada yang sudah nonton film Makmum yang diperankan Titi Kamal ini juga? Suka nonton film horor seperti saya tapi aslinya gak berani-berani amat? 😌





2 comments

  1. Ya ampun, Mbak, aku dari awal ada trailernya film ini di tv, aku tuh pengen banget nonton. Tapi sayangnya gak kesampaian nontonnya. Karena takut kalau nonton di bioskop nanti feel-nya dapet, ntar malah bikin aku takut shalat sendiri. Hehehe.

    Sekarang baca review ini jadi pengen nonton. Tapi nontonnya dimana ya? Di iflix ada kah, Mbak?🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nonton di paketan indihome mas, keknya di hooqnya, hahaha lupaaa. Antara hooq atau catchplay gitu.

      Sebenernya seremnya diawal-awal ajaaa, makin menuju ending malah gak seremm

      Delete

EmakEksis.com | A Lifestyle Blogger
Theme by MOSHICOO