Review Film Bebas, 90an Banget

Yes, akhirnya nonton juga Film Bebas, karya Riri Riza & Mira Lesmana ini. Gak sengaja nemu di catchplay pas suami lagi nyari-nyari film tembak-tembakan kesukaannya, yang bikin Mak suka muel kalo ikut fokus nontonnya 😑

Film Bebas ini, udah sering Mak lihat trailernya di aneka sosial media. Apalagi sayup-sayup kedengeran lirik lagu Bebas milik Iwan Fals,

Bebas.. Lepas
Kutinggalkan saja semua beban dihatiku
Melayang kumelayang jauh
Melayang dan melayang

Nah kan, ada yang sambil baca terus ikutan nyanyi juga? Weeii itu berarti kita satu angkatan 😚

Film Bebas, Adaptasi Film Sunny 2011


Yang awalnya bikin Mak belum tertarik nonton Film Bebas ini adalah, karena ini film korea. Semacam anti gitu. Eh tapi setelah nikmatin banget nonton drama korea Go Back Couple, kok Mak jadi penasaran sama Film Bebas ya, secara ini film kan adaptasi dari Film Korea berjudul Sunny yang tayang di tahun 2011.



Setelah Mak cari tau, ternyata Film Sunny ini gak sembarang film. Menang pula di aneka penghargaan, salah satunya Grand Prize for Film dalam "Korean Culture and Entertainment Awards" ke-19 serta Content of the Year Style "Icon Awards" ke-4.

Saking fenomenalnya film Sunny ini, sampai di-remake dalam versi berbagai negara. Seperti versi Jepang (Sunny: Strong Mind Strong Love - 2018) dan Vietnam (Go Go Sisters - 2018). Bahkan Hollywood juga katanya bakal ikutan adaptasi juga film Sunny ini, tapi sampai Mak nulis sekarang ini, belum ada info lebih lanjut sih tentang apakah film itu bakal tayang kapan.

Sinopsis Film Bebas


Film ini menceritakan tentang seorang anak baru bernama Vina Panduwinata, eh apaaaa? Vina penyanyi itu? Mungkin karena orang tua Vina ngefans banget sama si pelantun Burung Camar itu, maka jadilah nama tersebut disematkan persis ke anak perempuannya. Di filmnya sendiri, Mak gak nemuin sih asal muasal kenapa nama tersebut akhirnya dipilih jadi nama panjang Vina.

Tapi intinya, di film Bebas ini, kita bakal lebih fokus dengan sajian tentang persahabatan Vina dengan teman-teman 1 gengnya, yang bernama Geng Bebas.

Sebenarnya Vina adalah anak Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, disinilah dia bertemu teman-teman barunya, seperti Jojo, Jessica, Gina, Suci, dan Kris. Jangan bilang, kalau nama panjang Kris adalah Kris Dayanti? Yes, ternyata begitulah. Mungkin nama-nama itu diambil, karena memang hits banget di masanya.

Bersama Geng Bebasnya inilah, Vina bersama teman-temannya, mengarungi aneka persoalan, baik di dalam geng mereka sendiri maupun masalah dengan geng lain. Sampai pada titik, mereka harus berpisah karena sebuah masalah besar.

25 tahun kemudian, barulah Vina bertemu kembali dengan Kris. Lalu drama sesungguhnya mulai terjadi. Hingga Vina bisa menemukan semua teman-teman masa SMAnya itu.

Bumbu-bumbu jatuh cinta Vina pada pandangan pertama dengan seseorang, juga hadir di film ini. Ya, kalau istilah anak muda jaman now, disebut sebagai gebetan gitu lah. Apakah Vina nantinya akan jadian sama gebetannya ini?

Nah, terus apa masalah besar yang sampai memisahkan Geng Bebas selama puluhan tahun? Atas dasar apa Vina menemukan teman-temannya kembali?

Wah wah wah, kalau detail dan lengkapnya, mending nonton aja ya gengs. Mak disini, lebih pengen ngereview, ke apa yang Mak suka dan kurang suka dari film Bebas, sebuah karya sutradara Riri Riza & penulis skenario Mira Lesmana, yang digadang-gadang bisa tembus 1 juta penonton.

Review Film Bebas ala Emak Eksis

Dalam sebuah review youtuber tentang film Bebas ini, disebutin kalau film ini cocok buat para angkatan 90-an. Bisa jadi benar. Dari mulai ngakak, gemes, terharu, sampai ngakak lagi, Mak bener-bener terhibur dan nikmati banget nonton film Bebas.

Mak kasih score 8.5 deh buat Film Bebas. Artinya Mak memang suka ini film. Bagian apa aja yang bikin Mak kesengsem dengan remake Film Sunny versi Indonesia ini?

1. Setting 90-an yang kental!

Dengerin radio dan sekaligus request lagu ke radio, dengerin musik pakai walkman, ngunyah permen karet, pakai bandana sebagai aksesoris atau iketin slayer ke leher, gaya-gaya 90-an ini yang Riri Riza berhasil hadirkan di Film Bebas.

Rasa 90-annya otentik banget, kental!

Bahkan ada bahasa G yang konon ngetrend banget di kalangan anak muda Jakarta. Duh ya, Mak dulu tinggal di desa yang jauh dari hingar bingar ibukota, mana ngerti bahasa G yang juga ada di Film Bebas.

Secara setting sendiri, sebenarnya Film Bebas agak berbeda dengan Film Sunny yang mengambil era sebelum 1990, tepatnya saat kerusuhan di Korea. Nah, Film Bebas lebih memilih ke era sebelum gejolak ekonomi terjadi di 1997-1998, jadi sudah ada tuh selentingan tentang pergerakan para mahasiswa, tapi belum sampai ke terjadinya demo besar-besaran yang meminta penguasa waktu itu turun dari pemerintahan.

Setting 90-an juga tampak dari bahasa panggilan akrab, seperti "Nyet, sini loe Monyet", yang bagi anak 90-an di kota-kota besar ini jadi hal yang lumrah aja. Deh, coba kalo sekarang, panggil nama temen pakai Monyet, bisa perang saudara 😅


2. Lagu-lagu yang Asik!

Sumpah, sebagai salah satu manusia yang besar di era 90-an, lagu-lagu di film Bebas ini, memang keren-keren banget! Terutama lagu soundtrack utamanya, yaitu Bebas, karya Iwa K, yang diremix sedemikian rupa, dan tetepppp keren. Di endingnya kan ada tuh ya semua cast nyanyi dan nariin lagu Bebas ini, duhhh ini keren banget! You must never skip the ending!

3. Akting yang Mumpuni


Satu yang saya yakin, Riri Riza & Mira Lesmana tiap bikin film, gak bakal asal milih pemeran di film mereka, ini juga yang terlihat jelas di film Bebas. Ada beberapa karakter yang benar-bener mencuri perhatian. Mak list dari nomor 1, artinya ini yang paling bikin Mak terpesona sama aktingnya yes!

a. Sheryl Sheinafia 

Perannya sebagai Kris muda, really great! Tomboy sekaligus kharismatik, cakep banget, totalitas! Sosok leadershipnya bisa muncul banget gitu di diri Sheryl.

Penyanyi lagu Sweet Talk ini berhasil banget membawakan karakter Kris yang memang hadir sebagai pelindung teman-teman 1 gengnya. Saya berharap ada produser atau sutradara film yang melirik Sheryl jadi pemeran utama gitu suatu hari. Good luck for you, Sheryl!

b. Reza Rahadian

Bagi yang pengen bully silahkan, secara pasti banyak yang eneg ya dengan penampilan Reza hampir di setiap film Indonesia.

Tapi sumpah, disini Mak cukup apresiasi banget kemunculan Reza. Meski gak terlalu banyak scenenya, persis cuma seuplik doang dia munculnya, pas di scene-scene terakhir, tapiiii aktingnya josssss! Ini bukan Reza yang ala-ala perayu ulung nan romantis seperti beberapa filmnya ya, tapi menyuguhkan Reza dalam bentuk akting lain yang layak tonton.

Apa mungkin, baiknya Reza muncul di tiap film tuh dikit-dikit gini aja, biar gak pada eneg? 😜

c. Baskara Mahendra

Dari beberapa nominasi yang didapatkan film Bebas, baru si pemeran Jojo muda, yaitu Baskara Mahendra ini nih yang mendapatkan penghargaan, yaitu sebagai Aktor Pendukung Pilihan Tempo 2019.

Ya, aktingnya memang keren sih, gokil! Gaya-gaya Jojo yang sering disebut *banci* oleh teman-teman sekolahnya karena ia lebih sering hangout bareng gengnya yang berisi perempuan semua, bisa dibawakan Baskara Mahendra dengan sangat baik.

Saya juga berharap, someday Baskara bisa dapet film keren yang ngasah aktingnya lebih dalem lagi, plus jadi pemeran utama.

d. Maizura

Sebagai pendatang baru, dan jebolan ajang The Voice, Maizura memikat saya di adegan kesurupan dengan bahasa Sunda. Bagi sebagian orang Sunda yang saya kenal, mereka juga kagum dengan Maizura yang bisa cukup baik membawakan dialek tersebut. meski bukan asli Sunda.

Akting Maizura sebagai Vina, juga cukup apik ketika ia berlaku sebagai remaja yang malu-malu dan kagok ketika ketemu gebetannya, tapi mungkin masih perlu mengolah emosi sedih dan marahnya, yang masih kurang dapet di beberapa scene yang menuntut emosi meledak-ledak.

Ayo Maizura, kamu bisa! Kesurupan aja bisa kerennnn kok, pasti akting lainnya pun kamu bisa pelajari lebih!

e. Indy Barends

Petjahhhhhh! Ini yang bisa saya bilang dari akting Teh Indi di film Bebas ini. Gak salah deh pokoknya Indy Barends terpilih memerankan Jessica. Pas banget gitu karakternya, ceriwis, bawel, sok cantik, suka dandan melulu. Top!!!

Mak gak ngebayangin kalau karakter Jessica dikasih ke pemeran lain, belum tentu bisa seasik ketika Indy Barends ngebawain karakter tersebut.


Selain itu ada Darius Sinathrya, si papa cakep, yang disini pun jadi sosok papa gitu, sayangnya cuma bentarrr doang, kan sayang, cakep-cakep cuma tampil bentar? 😘

Pemeran lainnya juga ada Irgi Lupus, Sarah Sechan, Daan & Tika P Project, Oka Antara, Brandon Salim, Widi Mulia, Jefri Nichol dan tentunya Marsha Timothy yang berperan sebagai Vina dewasa.

Mmm tapi maaf nih Jeng Marsha, kok aktingnya di Film Bebas ini, B ajaaaa ya, kurang greget gitu, emosinya kurang dapet. Atau memang karena disini karakter Vina memang lempeng gitu ya? Ah entahlah, tapi Mak berharap lebih sebenernya.

Film Bebas Gak Tembus 1 Juta Penonton, Tapi.....


Jadi apakah film Bebas ini, bisa tembus 1 juta penonton?

Apalagi dengan mengusung nama besar, dan malah skenarionya pun bukan hanya Mira Lesmana yang kerjakan, tapi juga Gina S Noer, sosok penting di balik meledaknya Film Ayat-Ayat Cinta & Dua Garis Biru.

Mmm, sayangnya enggak. Paling gak itu yang Mak baca-baca dari beragam artikel di media. Meski film ini termasuk viral, maksudnya yaaa cukup banyak lah yang ngomongin, tapi ternyata gak bisa tembus 1 juta penonton.

Jujur Mak pun kaget, masa sih film sekelas Riri Riza & Mira Lesmana gak bisa tembus 1 juta penonton di bioskop? Apa yang kurang? Promo juga terbilang jor-joran di media apapun, bintang-bintang yang main pun orang-orang ternama.

Meskipun muncul komentar seputar kurang rapihnya dari sisi teknis seperti cut to cut atau proses editing yang kurang pas, menurut Mak, Film Bebas ini sudah berhasil membawa suasana asik saat nonton sih. Gak ngebosenin. Bener-bener bikin penasaran dari awal sampai akhir. Mak sendiri, gak terlalu terganggu dengan konsep pengambilan gambar ataupun editing.

Bagi Mak, kunci film itu keren atau enggak, ada di alur cerita (naskah) dan juga musiknya, dan tentu akting para pemerannya, ada yang menonjol gak, ada yang menarik perhatian gak? Ini udah cukup sih, meski ada juga nih beberapa yang agak bikin ngeganggu, yaitu di sisi beberapa dialognya.

Dialog Film Bebas Terlalu Mirip Dengan Sunny, Film Aselinya? 

Satu-satunya kritikan Mak untuk film ini adalah di unsur dialognya, yang terlalu banyak yang mirip dengan film aselinya. Ya, ini sih yang mami amati dan rasakan ketika nonton kedua film ini. Dialognya yang hampir sama persis, begitupun dengan alur cerita dan peristiwa yang melingkupi karakter-karakternya pun juga teramat mirip.

Sebenarnya, mami berharap, untuk dialog mungkin bisa benar-benar berbeda. Cukup adaptasi dari persahabatannya saja. Ternyata, sampai dari sisi dialog, hampir benar-benar mirip. Seperti misalnya, ketika Vina menjenguk ibunya di rumah sakit, ibunya menunjukkan ke sesama pasien yang satu kamar dengannya, hadiah mahal yang diberikan menantunya, yaitu suami Vina. Beda dengan Sunny, adalah di sisi merknya. Lalu ketik Vina menjenguk Kris, ada kalimat sama yang diucapkan, seperti sisa umur Kris yang tinggal 2 bulan. Dan masih banyak lagi sebenarnya, untaian kalimat di Film Bebas, yang mirip banget dengan film aselinya.

Meski Ada Kritikan, Film Bebas Bisa Dikatakan Berhasil!


Yang membuat film Bebas ini bisa dikatakan berhasil, sekalipun gak tembus 1 juta penonton, adalah dengan ragam nominasi yang didapatkannya,

  • 4 nominasi Indonesia Movie Actors Awards 2020 
  • 9 nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2019 
  • 11 nominasi Piala Maya 2019 
  • 3 nominasi Film Pilihan Tempo 2019 & Baskara Mahendra (pemeran Jojo) berhasil meraih Aktor Pendukung Pilihan Tempo 2019 


Selain itu, Film Bebas juga berhasil masuk sebagai salah satu film yang diputar di luar negeri, tepatnya di Hiroshima International Film Festival, sebuah festival film tertua di Hiroshima, Jepang. Bahkan sutradara Film Bebas, Riri Riza yang ikut hadir saat pemutaran film, juga mendapatkan kehormatan sebagai salah satu juri International Short Film Competition dalam Hiroshima International Film Festival 2019.

Lagipula nih ya, sebuah karya film dikatakan sukses, apa harus selalu tergantung dari sisi penontonnya yang tembus 1 juta penonton doang? Macam Si Doel The Movie part terakhir yang bikin Mak emosi saat ngereviewnya? #eh

Wokey gengs, sekian review film ala Emak Eksis kali ini, Mak mau lanjuttt nonton eh masak dulu buat siapin buka puasa hari ini dulu yee. See you next time!







4 comments

  1. Saya belum lihat versi remake-nya nih mba :D baru lihat yang Sunny saja, itupun sudah lama (lupa kapan tepatnya) jadi sudah lupa-lupa ingat bagaimana alur ceritanya. Hanya ingat nama 2 pemainnya yang setelah itu jadi tambah terkenal ehehehhe.

    Setuju sama mba, bagus nggaknya sebuah film bukan hanya tergantung dari seberapa banyak penontonnya kok meski itu berpengaruh pada sales yang berarti pemasukan bagi para penggiatnya. Tapi bagus nggaknya film juga bisa dilihat dari pemilihan soundtrack, alur cerita, cut to cut, screenplay dan lain sebagainya yang mana menurut saya, Riri Riza dan Mirles sudah 'megang' hal itu dari lama. Jadi mungkin alasan kenapa penontonnya nggak sampai 1 juta bukan karena filmnya jelek, bisa jadi karena kurang terkenal saja atau kurang jor-joran saat adv filmnya ya mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah nonton Bebas dulu, baru terus penasaran sama Sunny, film aselinya mbaaa. Iya bener, salah satu pemain Sunny itu ada yang sekarang jadi Ibunya pelakor di World Of Married, drakor yang baru heboh sekarang ini, xixixiiiii

      Nah untuk film Bebas ini padahal lumayan heboh promonya di sosial media, atau mungkin karena pas penayangannya bareng sama film apaaa gitu yang orang-orang lebih suka.

      Delete
  2. Mbaaa, saya mah nggak eneg meski nonton sejuta filmnya Reza, abisnya ganteng sih hahaha.
    Tapi nggak suka mainnya di film Anya Ale, ada adegan anunya soalnya, bikin eneg hahaha.

    Saya mau banget Mba nonton ini, streamingnya udah ada di mana ya? sejak tahun lalu waktu di review beberapa blogger, saya udah penasaran, ye kan kangen masa-masa remaja taun baheula getooohhh :D

    Tapi gara-gara baca review ini, saya kok jadi pengen nonton Sunny dulu ya? hahahaha
    Etapi bagusan nonton film Bebas dulu, biar ekspektasinya nggak jatoh haahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah Reza tuh kalo di film romantis, memang bikin eneg yaaaa, apa kitanya cemburu sama si pemeran perempuannya? wkwkwk

      Saya nonton di catchplay Rey, tapi keknya kalo searching di google gitu udah ada beberapa yang nayangin.

      Saya juga nonton Bebas dulu, baru Sunny, tapi jatuhnya pas nonton Sunny kok malah agak saya skip-skip yaaa, secara dialog dan alurnya itu percisss cisss, jadi kayak udah hapal, oh abis ini terus ini teruss ituuu. Harapannya sih gak terlalu persis sama, kayak model film-film Sadako gitu kan gak persisss banget film adaptasinya

      Delete

EmakEksis.com | A Lifestyle Blogger
Theme by MOSHICOO