Cara Mendapatkan 10K Follower TikTok ala Emak Eksis

10K follower TikTok!!!

Masya Allah, bener-bener gak nyangka! Secara ya, konten yang saya pilih bukan termasuk konten yang gampang viral. 

Fingerdance, atau akrab juga dikenal sebagai senam jari, atau dance hanya pake jari, tanpa perlu goyang-goyang badan, jujur memang bukan konten yang paling dicari di TikTok, masih kalah jauh dengan konten drama/ akting/ lipsing, dance yang beneran goyang semua badan, misteri, atau konten-konten menebar permasalahan hidup yang biasanya otomatis diminati dan tentunya dapet simpati banyak orang.

Makanya tuh, bisa sampai 10K, setelah rutin upload selama kurang lebih 4-5 bulan terakhir, ini Alhamdulillah banget! Baru kali ini nih, mainan sosmed bisa nendang begini. 

Okelah facebook 4K teman & 1K follower, tetep aja ini karena dulu saya pernah aktif di Oriflame, banyak koneksivitas ke para downline ataupun crossline. Twitter? Hadeh, bikin udah dari tahun 2009, juga masih di angka 1K aja, gak bakat memang mengurai kata-kata cakep macam anak twitter. Instagram, bisa tembus 8K, juga karena sempat ikutan giveaway.

Meski ada juga beberapa teman fingerdance yang bisa meraih lebih dari 10K dengan waktu lebih cepat dari saya, tapi buat saya pribadi, pencapaian untuk saat ini, udah sesuatuuuu banget!

Nah 10K follower yang saya dapetin di TikTok ini, bener-bener murni perjuangannnnn! Gak pake sundulan apapun 😑

Terus gimana caranya?

Hati-Hati, Jangan Tergoda Memakai Aplikasi Penambah Follower Tiktok!

Ok, sebelum saya spill pengalaman menuju 10K, disclaimer dulu nih, ini cara sayaaaa, boleh jadi yang lain berbeda. Pastinya saya gak pake aplikasi-aplikasi penambah follower secara otomatis. Takutttt lah bok! Apa alasannya?

1. Sama seperti kebanyakan sosmed, Tiktok juga sering mantau akun-akun bodong dengan follower ghaib, ini bisa berakibat akun kena banned baik itu sementara atau permanen.

2. Secara engagement pun gak nendang, misal follower puluhan ribu, tapi view gak nyampe 100, krik-krikkk bangettt noh 😞

Ya, terus-terus gimana cara mendapatkan 10K follower TikTok tanpa aplikasi? Ok sabar Bun, begini nih caranya:


Cara Mendapatkan 10K Follower Aman Gratis Tanpa Aplikasi ala Emak Eksis

1. Niche!

Sengaruh ini loh ternyata niche atau genre yang kita pilih untuk konten TikTok. Dengan memilih niche sesuai apa yang kita suka dan bisa pelajari, tentunya memudahkan diri kita sendiri pas bikin konten. Kalau gak suka, repot kan, males ntar bikinnya.

Niche juga memudahkan orang mengenal siapa kita di TikTok, biar orang gak bingung, ini sebenernya akun dengan konten apa? Kalau terlalu acak, biasanya kurang terlalu ngegaet follower baru. So, tentukan nichemu, lambat laun TikTokmu juga bakal berkembang kok, karena ketika kita masuk FYP, orang-orang bakal mengenali kita dengan apa yang kita suguhkan.

Sesekali keluar dari niche gimana? Boleh-boleh aja, asal jangan sering-sering, ya semacam refreshing aja, sekali lagi biar orang yang kebingungan dengan arah konten kita.

Niche & Unik!

Adalagi nih selain Niche, yaitu UNIK! Misal gini, sama-sama fingerdance nih, tapi kasih liat ke penonton, apa beda kita dibanding para pelaku niche yang sama. Kalau saya pribadi, memilih memakai outer batik (pemain fingerdance lain belum ada yang pakai cara ini), dan saya adalah emak-emak usia 40 tahun yang *mainan* fingerdance di TikTok. Seperti yang kita tau, banyak emak-emak tiktok rata-rata nichenya adalah joged-joged, lipsing, akting/ drama.

So, cara pembeda, yang membuat kita UNIK dan BEDA dari yang lain.


2. Tips Upload TikTok

Rutin Upload! 

Yap, ini gak bisa ditawar, pas baru ngebangun akun TikTok, mau gak mau, suka gak suka, wajib rutin upload. TIAP HARI, tanpa putussss! Karena apa? Ibaratnya nih, kita baru nabung konten, yang siapa tau beberapa diantaranya punya potensi views tinggi. Ingat, views tinggi, niche tepat, artinya mendatangkan follower.

Sehari Upload Berapa Kali?

Dulu banget, pas TikTok masih baru-baru, beberapa tips nyebutin paling gak 5-10x, tapi ternyata ini gak berlaku sekarang. Pengguna TikTok makin banyak, dan dengan makin kita banyak upload, justru kesempatan kita memperbanyak view di 1 video tertentu makin sedikit. 

Lalu berapa dong?

1-3x cukup, dan pastikan konten berkualitas! Bisa dilihat dan didengar dengan baik. Kalau ada konten gak berkualitas lewat beranda dan view-like-comment banyak, yakin itu hanya sesekali aja buat dia, untung2an aja, dan biasanya karena nebar drama penderitaan hidup 😅. Akun-akun model begini, percayalah, gak bakal growing.

Jam Upload, Perlukah?

Ada yang bilang, jam upload yang bagus itu jam 9 pagi, ada yang bilang jam 12 siang, 4 sore atau jam 7-9 malam. Tapi ternyata ya, kadang hal tersebut ngaruh, kadang juga enggak.

Sebagai pemula, boleh lah dicoba aja, jam-jam yang katanya potensial, setelah itu bisa cek di analytics jam paling aktifnya follower kita (saya kok lupa ya, berapa jumlah minimal follower supaya kita bisa melihat analytics, kalau gak salah 100, CMIIW).

Upload Ikut Trend, Ngaruh Gak?

Boleh-boleh aja kok kita ikut trend, terutama sound yang sedang viral, karena ini juga membantu mendatangkan view & follower, tapi pastikan tetap berkaitan dengan niche kita masing-masing. 

Pakai Hashtag #, Ngaruh Gak?

# bakal ngaruh, ketika kita punya niche yang jelas, karena sepengalaman saya waktu awal belajar fingerdance, saya search tuh #fingerdance #fingerdanceindonesia #fingerdancetutorial, karena ingin menemukan konten yang saya mau. Jadi hashtag ini membantu, ketika ada yang menelusuri konten yang ia inginkan.


3. Profil yang Jelas

Ketika orang tertarik dengan konten kita, sebagian diantaranya akan melirik bagian profil. Nah disinilah, kita perlu kasih info yang singkat, padat, jelas tentang siapa dan bagaimana akun kita.

Mmm, sepertinya ini aja sih yang saya kerjakan ketika berusaha meraih 10K, kalau ada pakar TikTok yang kebetulan mampir di tulisan ini, yukk ikutan sharing juga yuk di kolom komentar. Atau teman-teman masih ada yang belum jelas, boleh silahkan tanya di komen atau DM aja ke instagram: @inna.poer

 


Let it Go

Sumpah ya, udah berapa bulan gak update blog, udah berapa bulan gak nulis Na? Kalau sekedar nulis di caption TikTok mah hampir tiap hari 😆

Ya sesekali nulis-nulis tipis di Instagram, itung-itung obat kangen nulis begitu. Tapi yang namanya nulis sampai paragraf berlapis-lapis, memang paling nyaman itu ya di blog. Blog ibarat kampung halaman lah, selalu jadi salah satu tempat terbaik untuk *pulang* & kembali merenung 

Bahkan nih ya, sempet loh, buat bener-bener stop ngeblog sama sekali, entahlah semacam jenuh, semacam lelah ngikutin yang pada terlalu kritis, pengen sesuatu yang lebih bikin rileks pikiran, akhirnya nemplok ke TikTok, tempat dimana sisi bengek akhirnya terkuak 😝

I need to Let it Go

Buat yang ngikutin perjalanan saya ngeblog, pasti tau banget, kalau blog Emak Eksis ini justru termasuk yang paling baru. Ada blog innaistantina dan saddhastory yang lahir duluan. 

Beberapa bulan terakhir, saya benar-benar menimbang, hanya ingin fokus di 1 domain aja. 

Ada 3 alasan utama hanya fokus di 1 domain:

1. I'm a moody person

Saya bosenan eui, kalau ngurus lebih dari 1 blog, awal doang semangat, abis tuh jenuh dah! Saya suka dengan aktivitas padat, tapi kalau hanya dalam 1 circle yang sama, haduw dijamin bakal buyar. 

Ini saya sadari setelah 3 blog berjalan, dan malah bingung kalau ada ide konten, ini baiknya di blog mana, padahal ya rencananya udah dibikin niche perblog, tapi tetep aja kadang ada ide tulisan yang *bingung* mau ditulis di blog yang mana.

So, I need variation, biar gak ngerasa bosen dan monoton. Secara pengennya banyak, pengen ngurus Tiktok, pengen cuap-cuap di Podcast juga, hadeeehh kan 😌

Sampai kemudian, Bismillah saya putuskan untuk mempertahankan blog Emak Eksis, dan melepaskan 2 domain blog lainnya, meski secara usia blog ini yang paling muda dan belum terlalu banyak postingan. 

2. Maintenance

Kenapa blog ini yang dipertahankan? 

Oke, pertama adalah ada value tersendiri gitu yang saya rasain dengan nama Emak Eksis, dari mulai gali ide cari nama sampai ke mastiin bahwa belum ada yang pakai sebagai domain, apalagi keterkaitannya dengan nama podcast yang sama, ini yang bikin saya yakin, I should continue this blog.


Kedua, gak mau munafik, masalah biaya perpanjangan domain, terutama hosting. 1 dan 3 blog, pastinya beda cost pertahun. Apalagi blog innaistantina.com itu setahunnya uda menyentuh 700-800ribuan pertahun, secara pakai wordpress kan ye. Meski ada kerjaan paid review pun, dan sebenernya nutup secara biayanya, tapi kok sayanggggg ya, huhuhuhuhuuuuuu 😖

3. I wanna be ME!

Jujur, melepaskan 2 domain sebelumnya, bukan perkara mudah, tapi ada 1 hal besar yang mengusik saya selama ini. Ketika menulis di blog terutama innaistantina.com, kadang saya merasa bukan sebagai diri saya sendiri, terlalu lebay lah, dalam artian, kadang *melebihkan* suatu konsep, entahlah ini sih yang saya rasain. Meski blog tersebut udah berusia 11 tahun, tapi saya merasa banyak hal yang saya akhirnya kurang sreg.

Saya yang *ternyata* akan selalu balik nulis di blog, pengen menulis apa yang saya suka, apa yang saya mau, jujur dari pemikiran & hati saya, so I keep blogging exactly just the way I am 💚

Last but not least, saya pengen menulis tanpa beban, menulis dengan mengalir seperti pagi ini, menulis dari hati, menulis karena ini cara saya *tetep eling*.

Pastinya, menulis, ngeblog, selalu bikin kangen 😍